Rabu, 01 Agustus 2012

Jamaah tabligh

Oke… kita langsung aja ke inti perkara. Ada 10 point kesesatan jemaah tabligh yang ustad salafy sajikan kepada seluruh ahli majelis di mesjid tersebut dan kepada ratusan mungkin ribuan orang yang mendengarkan lewat radio hidayah yang di pancarkan dari frekuensi 103,4 FM Pekanbaru.

10 point kesalahan yang dilontarkan kepada jemaah tabligh tersebut adalah, kata ustad itu:

1.jemaah tabligh beramal dengan hadist-hadist dhoif dan mauddhu dan laashlalahu, fadhail amal lebih mereka ( jemaah tabligh, red) agungkan melebihi kitab Allah ( alqur’an, red), di mesjid-mesjid kita temukan mereka meletakkan kitab fadhail amal diatas alquran, bukan alqur’an diatas kitab fadhail amal.

Komentar: hei hei... whats up guy…., fadhail amal itu bukan kitab yang membahas perkara masail atau hukum, tapi itu kitab adalah kitab fadhilah amal, dari judulnya aja udah jelas.., itu kitab adalah kitab motifasi yang nurutku luar biasa, dibaca jutaan umat islam diseluruh dunia. Tau bagimana ikhtilafnya ulama dengan menggunakan hadist2 dhoif dalam beramalkan..?? tapi yang jelas, sepanjang pengetahuanku, gak ada ibadah baru yang di anjurkan didalam itu kitab. Trus lagi.., itu kitab sangat jelas rujukannya, seluruh kitab rujukan telah dikabari dibagian pustaka, sehingga kalau di fadhilah amal itu misalnya mengutip sebuah hadist yang dhiof bahkan sangat dhoif, bahkan laaslalahu, kenapa cacian hanya putus kepada kitab fadhail aja?? Kenapa kitab rujukannya tidak dicela juga..?? aneh... mencaci luar biasa kepada kitab fadhail tapi tidak berani mencaci kitab induk dimana hadist tersebut di kutip. Gak fair bung.. gak fair.. ( fair apa fear ya..?? ah.. udah lah.. yang penting paham.). pernah baca tafsir ibnu katsir kan..?? ketemu gak dengan hadist2 dhoif disana..?? bahkan hadist sangat dhoif, munqoti’, gharib, bahkan berprediket munkar pun kita jumpai tertulis disana, alias al imam ibnu katsir ad-dimasyqi menggunakan hadist berprediket tersebut dengan berlaku adil terhadap prediket dhoif dan sahih hadist2 yang gunakannya. Trus kenapa kalian gak caci maki tu kitab?? Bukankah lebih fatal kitab tafsir menggunakan hadist2 tersebut dibanding sebuah kitab motifasi amal??. Hmm.. ku tau jawabannya... sebagaimanaku tau bahwa kalian (salafy,red) menyesalkan al hafiz ibnu katsir dalam tafsir ibnu katsir yang mahsyur itu menggunakan hadist2 dhoif didalamnya...! karena fanatik buta terhadap perkataan syeikh kalian.., dan mengangap bahwa pendapat syeikhnyalah yang paling bisa diambil hujjahnya....
sehingga kalian menerjemah manuskrip tafsir ibnu katsir ini dengan mukhtasar (diringkas menurut paham mereka) dan menghilangkan hadist2 yang dinilai dhoif menurut kalian., padahal hadist tersebut menjadi syahid dalam tafsir ibnu katsir tersebut.
Berikut ku copazkan pendapat imam Baihaqi :
Hafidz Al Baihaqi mengatakan dalam Al Madhal ila Dalail An Nubuwah (1/32-37), di sana Imam Baihaqi membagi hadist dhoif menjadi dua, setelah menyebut jenis pertama, beliau mengatakan:”Dan jenis, dimana periwayatnya tidak dituduh sebagai pemalsu, akan tetapi ia dikenal memiliki hafalan yang jelek, atau banyak kliru dalam periwayatan, atau tidak diketahui adallahnya, atau (tidak diketahui adanya) syarat diterimanya khabar.
Lalu beliau mengatakan:”Hadits-hadits jenis ini tidak dipakai dalam hukum, sebagaimana tidak diterimanya kesaksian seperti mereka yang kesaksiannya diterima oleh hakim, akan tetapi terkadang dipakai dalam doa, targhib (motifasi) dan tarhib (ancaman), tafsir, maghazi, yang tidak berhubungan dengan hukum”.
Dari sini kita ketahui, bahwa Hafidz Ibnu Katsir memiliki pandangan serupa dengan Hafidz Al Baihaqi, yaitu boleh menggunakan hadits dhoif dalam tafsir.

Oh iya.., tentang kitab fadhilah amal diletakkan diatas al-quran. Ku pernah lihat buku tulis diletakkan diatas alqur’an, pena diletakkan diatas alquran, buku pelajaran diletakkan di atas alqur’an. Apakah ini bisa diklaim bahwa orang yang melakukan itu sedang mengagungkan pena dibanding alqur’an?? Atau mengagungkan buku tulis dibanding alqur’an?? Atau buku-buku pelajaran dibandingkan alquran?? Kena deh...
Yups...selayaknya alquran itu diletakkan diatas tempat yang lebih tinggi, diletakkan diatas dari segala jenis tumpukan. Yups.. benar memang, menghormati alquran itu tidak hanya pada lafaznya saja, tapi fisik (mushab) alquran juga harus di agungkan. Yups.. kita dilarang menjulurkan kaki ke arah alquran, menjadikannya sebagai bantal, meletakkanya di lantai tanpa di tinggikan, dsb.. dsb.. sebulan yang lalu ku lihat dengan mata kepalaku sendiri seorang jemaah tabligh secara cepat mengambil sebuah alquran yang berada tepat dijuluran kaki salah seorang bapak-bapak yang baru selesai membaca qur’an, lalu dia mencium itu quran dan meletakkan kekepala sejenak dan kemudian meletakkan di posisi yang aman. Subhanallah... begitu pekanya dia terhadap qur’an. Ku sarankan kawan-kawan salafi sudi membaca fadhilah quran, baca dengan seksama, lihat adab-adab terhadap alqur’an disana, pokoknya jangan khuatirlah, itu kitab tidak najis kok, itu kitab tidak punya jin yang langsung bisa mempengaruhi orang membacanya, so.. coba baca deh baca,.setelah itu klo masih mau caci maki, caci maki lah, bahkan mau caci hamun, caci hamunlah, trus klo masih mau nyebarkan ucapan ustad itu sebarkanlah dalam rangka menegakkan sunnah dan tauhid, gaya salafy MODE : ON…. (mo ketawa ni.. )

2. kata ustad salafy itu : terdapat banyak bid’ah didalam jemaah tabligh, tidak ada dalilnya didalam alqur’an untuk khuruj, apa lagi dengan batasan waktu 3, 40 hari, 4 bulan, dsb.. dsb..
Komentar :
He..he..he..yang ini pernah ku singgung sedikit di tulisan ku pertama, ku Cuma mo ngasi tau aja bahwa sampai mampus pun kita tak jumpa dalam alqur’an tentang dalil khuruj 3 hari, 40 hari, jaulah, ta’lim, ijtima’, musyawaroh halqoh, maqomi, dsb.... Sebagaimana sampai mampus pun kita takkan jumpai dalam alqur’an yang membagi tauhid itu menjadi 3, atau sampai mampus pun takkan dijumpai metode iqro sampai buku 6, atau sampai mampus pun takkan dijumpai dalil dauroh 1 hari penuh bertepatan kalender merah. Bung… gunakan akal sehat dunk…, jangan taqlid. (udah mulai geli ni hati )


3. kata ustad salafy itu : menurut orang tabligh, dakwah kepada tauhid adalah memecah belah ummat.

Komentar :
Benar-benar buta mata dan buta hati...., emang orang tabligh mengajak kepada siapa?? Kepada setan? Toghut? Berhala? Atau mengajak manusia menyembah kubur?. ( mulai sedikit muak )

4. kata ustad salafy itu lagi :menurut orang tabligh, dakwah kepada sunnah rosul, memberantas bid’ah, adalah memecah belah ummat.

5. kata ustd salafy itu lagi : menurut orang tabligh, mengajak manusia diatas bid’ah tapi manusia bersatu, lebih baik daripada mengajak kepada sunnah tapi berpecah belah.
Komentar :
Yang ini lagi…, benar-benar buta warna dan hilang akal sehat.., orang mengajak kepada amalan islam, sholat, baca qur’an, pentingnya tabligh, zikir dsb.. dsb.., kok dinyatakan mengajak keatas bid’ah. Cek mata dunk kang mas.. (udah muak dan mulai mual ni )

6. kata ustad itu lagi : orang tabligh selalu memendam permusuhan ahlussunnah, yang mengajak kepada sunnah adalah produk yahudi
Komentar :
Benar-benar udah mual ni lihat tuduhan salafi. Hei genk salafy, klo antum merasa di musuhi sama orang tabligh, jangan bawa-bawa ahlussunnah. Sombong amat mengaku genk kalianlah yang ahlussunnah dan yang lain keluar dari ahlussunnah. Sebenarnya bukan menjadi rahasia lagi klo seluruh kelompok diluar genk salafy pernah merasakan tajamnya lidah ini genk. Tapi anehnya ketika orang2 diluar salafy melakukan perlawanan terhadap apa yang dituduhkan mereka, maka salafy berkata “tu lihat.., semakin nyata kebencian mereka terhadap ahlussunnah”. Pak cik, orang2 tu benci same ahlussunnah atau muak same genk pak cik ni?? (mual berat dan mulai menguek ni)

7. ustad cakap lagi : orang tabligh selalu membuat manusia zuhud dari ilmu yang bermanfaat.
8. selanjutnya : mereka tidak siap menuntut ilmu, waktu yang dihabiskan untuk menuntut ilmu adalah sia-sia.
Komentar :
Ih..ih..iiihhh..., ku hadiahkan satu hadist kepada para salafyer yang diambil dari buku muntakhab ahadist karangan syeikh yusuf alkhandhalawi pada bab Ilmu dan Dzikir :
Dari Abu Dzar r.a berkata, Rasulullah shollallhu’alaihiwasallam pernah bersabda padaku ”Wahai abu dzar! Sesungguhnya berangkatmu dipagi hari, lalu engkau mempelajari satu ayat dari kitab Allah adalah lebih baik bagimu daripada engkau mengerjakan sholat seratus rekaat, dan sesungguhnya berangkatmu di pagi hari, lalu engkau mempelajari satu bab ilmu apakah diamalkan atau tidak, adalah lebih baik bagimu daripada mengerjakan sholat seribu rekaat” ((HR. Ibnu Majah, bab keutamaan orang yang belajar alquran dan mengamalkannya, hadist nomor 219). Blom puas juge..?? Klo blom puas tengok jelah tulisan saye yang pertame yang berjudul tabligh vs salafy tu lagi ye... disitu ku uraikan juga tentang tuduhan yang serupa. (dah muntah ni)

9. kata ustad tu lagi : orang tabligh berpendapat bahwa tidak akan bisa manusia selamat kecuali dari jalan mereka
Komentar : lempar batu, trus sembunyi tangan yang melempar batu tu, trus tangan yang satu lagi nunjuk ke orang lain. ( dah tak larat nak layan ni ha..)

10. kata ustad tu lagi : orang tabligh tidak peduli dengan tauhid uluhiyyah dan tauhid asmaussifat.
Komentar. :
tengok je lah dalam tulisan pertame saye tu.. (dah nak tidur je ni). Oh iya.. sebelum tidur ni, mo nanya.., dimana dalilnya Rosulullah membagi tauhid jadi 3.?? Atau ada gak sahabat bertauhid dengan membagi 3.?? Klo orang kristen memanglah pernah dengar mereka tauhidnya 3, yaitu tuhan bapak, anak, dan roh kudus. Oh iya, dengar-dengar kalian mengatakan bahwa orang musyrik mekkah juga bertauhid ya, tapi tauhidnya gak lengkap 3 buah. padahal yang ku tau didalam Al-quran bahwa Allah telah hukumi orang2 musyrikin itu tidak beriman tanpa syarat.

”Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka katakan) tentulah mereka akan menjawab sesungguhnya kami hanyalah bersendagurau dan bermain-main saja. Katakanlah apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu berolok-olok , tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman …” (Q.S. at-Tubah 65-66)

1 komentar: